SIAPA yang bisa menyangka, seorang anak bangsa dari kota kecil, Salatiga bisa menyentak dunia? Septi Peni Wulandari tidaklah muda lagi. Usianya telah menginjak 35 tahun. Dia bukanlah seorang direktris perusahaan, ataupun pemegang jabatan 'seksi' yang patut dilirik. Dia "hanya" seorang ibu rumah tangga, kebanggaan bagi 3 buah hatinya. Namun, dengan 10 jarinya ia mampu merambah Amerika, membuat para ibu rumah tangga di sana menganga dengan inspirasinya.
Selamat Datang di Bimbingan belajar LUCKY STARS "Les & Privat"
Persaingan yang ketat, pergaulan Global yang semakin intens, perbuhan yang amat cepat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan tantangan yang nyata yang amat luar biasa yang akan di hadapi anak kita pada zaman kini dan mendatang.
Mengapa memilih Bimbel LUCKY STARS "Les & Privat" ?
Di Bimbingan Belajar LUCKY STARS "les & Privat". Kurikulum berpijak pada kurikulum nasional yang dirancang & dikembangakan untuk memberikan kesempatan belajar seluas-luasnya pada setiap peserta didik yang memaksimalakan potensinya.
Persaingan yang ketat, pergaulan Global yang semakin intens, perbuhan yang amat cepat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan tantangan yang nyata yang amat luar biasa yang akan di hadapi anak kita pada zaman kini dan mendatang.
Mengapa memilih Bimbel LUCKY STARS "Les & Privat" ?
Di Bimbingan Belajar LUCKY STARS "les & Privat". Kurikulum berpijak pada kurikulum nasional yang dirancang & dikembangakan untuk memberikan kesempatan belajar seluas-luasnya pada setiap peserta didik yang memaksimalakan potensinya.
Membuat Matematika Lebih Menyenangkan
Selama ini selalu ada cap "menakutkan" terhadap pelajaran Matematika. Padahal, pelajaran hitung-menghitung ini bisa dibuat menyenangkan. Bagaimana caranya?
Tokoh Sains dan Matematika Indonesia, Yohannes Surya menjelaskan, Matematika terasa menyenangkan ketika seseorang mengerjakan soal-soal Matematika dalam waktu yang cukup lama. Larut dalam keasyikan sehingga membuat seseorang cenderung tak ingin diganggu. Salah satunya dengan menggunakan alat peraga.
"Asyik dan menyenangkan. Ketika kita bicara asyik, kita cenderung tidak mau diganggu. Biasanya orang benci Matematika karena dianggap susah dan tidak menarik. Tapi dengan alat peraga, Matematika akan menjadi lebih mudah," kata Yohannes, Jumat (1/7/2011) di Jakarta.
Tokoh Sains dan Matematika Indonesia, Yohannes Surya menjelaskan, Matematika terasa menyenangkan ketika seseorang mengerjakan soal-soal Matematika dalam waktu yang cukup lama. Larut dalam keasyikan sehingga membuat seseorang cenderung tak ingin diganggu. Salah satunya dengan menggunakan alat peraga.
"Asyik dan menyenangkan. Ketika kita bicara asyik, kita cenderung tidak mau diganggu. Biasanya orang benci Matematika karena dianggap susah dan tidak menarik. Tapi dengan alat peraga, Matematika akan menjadi lebih mudah," kata Yohannes, Jumat (1/7/2011) di Jakarta.
Belajar Matematika Asyik dengan "Gasing"
Banyak cara yang bisa digunakan agar anak menyukai dan mudah mengerjakan soal Matematika. Anggapan Matematika sulit bisa jadi karena metode pembelajarannya yang membuat anak susah memahami pelajaran ini. Ada sebuah metode yang bisa membuat Matematika menjadi menyenangkan, namanya Metode Gasing, yang merupakan singkatan dari gampang, asyik, dan menyenangkan. Sesuai dengan namanya, metode ini menggunakan cara unik untuk memudahkan anak mengerjakan soal-soal Matematika.
"Matematika dengan Gasing sebenarnya sangat sederhana dan mudah, semua orang bisa, semua orang tahu," kata tokoh Sains dan Matematika, Yohannes Surya, Jumat (1/7/2011) di Jakarta.
"Matematika dengan Gasing sebenarnya sangat sederhana dan mudah, semua orang bisa, semua orang tahu," kata tokoh Sains dan Matematika, Yohannes Surya, Jumat (1/7/2011) di Jakarta.
Langganan:
Komentar (Atom)




